Leadership Oriented


Kecakapan membaca situasi dan kondisi merupakan anugerah, ia terbentuk dari akumulasi pengetahuan serta pengalaman panjang, pada konteks pemimpin sering kita sebut pesan Intuisi. sepanjang dinamika sosial tentu saja tidak bisa seorang berpegang hanya pada satu teori, sebab kerumitan masalah sosial berada pada kompleksitas, gabungan dari segala hal yang berhubungan dengan emosi, tradisi, hingga budaya. 

Disinilah tugas pemimpin untuk membaca fenomena lalu mengidentifikasi masalah kemudian merumuskan solusi. ramai pertanyaan apakah pemimpin akurat membaca situasi kalaulah pemimpin itu tidak merasakan dinamika dalam kelas masyarakat?

pertanyaan ini menarik betapapun sederhana terdengar, ketentuan pemimpin di Indonesia khususnya dari tingkatan daerah hingga nasional masih jauh dari kondisi ideal. tentu benar bahwa pemilihan pemimpin masih berbasis konvensional. maksud saya, tidak ada yang menjamin jika pemimpin yang terpilih dari golongan kecil lebih baik dalam mengemban amanah, faktanya dari mereka tidak sedikit yang terjerat korupsi. begitupula pemimpin yang datang dari kelas besar(atas), benar bahwa mereka tak merasakan kesulitan pada umumnya masyarakat kecil tetapi bisa jadi lebih baik. 

maksud saya, indikator tentang kecakapan seorang pemimpin tidak sesederhana demikian. perlu menambahkan beberapa unsur yang senantiasa patut dijadikan acuan. pada masalah diatas kepekaan seorang pemimpin mesti berangkat dari dorongan intuisi yang ia alami dalam aktivitas keseharian. seperti basis ilmu pengetahuan (belajar) dan empiris (pengalaman). komponen tersebut jadi dasar yang tak dapat dipisahkan, ia merupakan pondasi mutlak. selanjutnya melihat tumbuh kembang lingkungan dimana ia dilahirkan hingga besar. hal ini penting sebab pondasi tadi akan dilanjutkan dengan bangunan adapun bangunan itu adalah lingkungan, kehidupan sosial, ekonomi  dan kualitas didikan orangtua hingga jenjang sekolahnya.  

selanjutnya ada masa permbangan, dimana seorang itu akan mengalami kontak dan distraksi yang merubah cara ia memotret, memahami, hingga mengambil keputusan. demikian tak dapat disamakan setiap orang sebab pada prinsipnya pasti berbeda. 

fase pengembangan ini merupakan tahapan yang paling krusial karena ia akan terus berubah ubah sepanjang waktu. kontraksi dan gesekan sosial akan terus membentuk dari satu bentuk cara berfikir hingga ke bentuk berfikir lainnya. relasinya hanya pada tingakatn lebih baik atau normatif ataupun lebih buruk. inilah yang disebut sebagai karakter.

karakter tidak berdiri sendiri, bilamana seseorang konsisten dalam karakternya tetap saja karakter itu harus dipahami dalam perspektif timing(waktu). tentang berapa  lama dan keika di faktor apa ia dapat berubah. inilah bagian terpenting jika ingin melihat,memilih ataupun menjadi seorang pemimpin, hanya dengan beberapa hal ini seorang pemimpin dapat dibaca karakter dan caranya mengambil keputusan. 

pada prinsipnya keinginan masyarakat umum adalah dapat memiliki pemimpin yang pro pada rakyatnya bukan rakyat secara umum tetapi pada kondisi prioritas yang membutuhkan kesejahteraan yang jauh dari kata layak. bukan sebaliknya. menjembatasi kelas kaya untuk mendapat keuntungan besar dan monopoli sistem. 

jadilah satu diantara pilihan diatas dan pastikan pilihan anda bersandar pada garis ideal. perlu dengan khidmat untuk memikirkan bangsa ini dalam kacamata masa depan rahmatan lilalamin sejahtera, adil dan makmur. 



life is quarter

Ar Property

Satu hal yang tak pernah kau rasakan akan tiba, keheningan yang tidak menginginkan siapapun sesaat, merasa bahwa sendiri lebih baik dan tenang. hari dimana dialog pada diri sendiri lebih baik, banyak lika liku yang akan kau lewati sepanjang jalan menuju hidup, hidup yang sesungguhnya. tak semua orang kuat beberapa mengambil jalan ekstrem hingga terkadang memutus jalan menuju hidup itu sendiri, tak ada yang benar-benar sempurna, jalani cobaan dengan riang dan gembira, hidup bagian dari kesenangan, kesedihan, kekuatan, kelemahan, kesepian, masalah dan solusi. 

Tetap melangkah betapapun itu sulit dan sakit. berbeda orang berbeda pula cobaannya: kadang terkait ekonomi, keluarga, sosial, kondisi fisik, dan lain sebagaianya. 

percayakan dirimu bahwa kamu bisa melewatinya....

sering sekali hal semacam ini melanda pada saat masa transisi dimana kita tidak benar benar pernah menyangka, tak peduli kamu dengan kepunyaan kapital besar atau keluargan yang harmoni maupun kondisi fisik sehat. semua akan merasakan sesuatu yang tak biasa, sungguh saya katakan.

bersiaplah dan belajar sedini mungkin agar tahu dan terbiasa diterjang, kondisi ini tak pernah terencana ada saja penyebabnya yang tiba tiba datang... 


Wise Leader


andai saja setiap kita saling mengerti satu sama lain banyak sekali yang bisa kita kompromikan ketika dihadapkan pada satu kondisi, cara merespon masalah, mencari solusi, hingga membuat keputusan akan lebih wise, terkadang sulit rasanya melihat ketika orang yang mudah mengambil kesimpulan tanpa pertimbangan panjang, banyak sekali orang yang harus merasakan sakit atas perkataan maupun kebijakan pada saat-saat tertentu,  di muka beberapa tulisan saya cendrung memotret dinamika demikian, banyak sekali saya temukan teman atau orang lain yang harus terdiam menyembunyikan rasa sakit. 

bung, ketika kau hendak jadi pemimpin pelan dan berhati-hatilah saat berbicara atau melontarkan sesuatu didepan anggota atau jajajranmu, sungguh seolah - olah takkan memberikan kebaikan apapun. saat kau jadi pemimpin jadilah bijak, saya selalu mengatakan bahwa pemimpin itu adalah pelayan, bukan bos apalagi raja. 

kesal sekali rasanya menemukan seorang pemimpin yang tak punya jangkar panjang. seakan-akan, arogan, angkuh, merasa paling hebat dan lain sebagainya. kita tak benar-benar kuat siapapun dan jabatan apapun yang sedang kita pegang. saya banyak belajar setidaknya dari eksperience selama ini. 

saya tau banyak yang akan menyangkal orang seperti ini tidak mungkin jadi pemimpin, tetapi apapun itu masih banyak saya temukan baik dari lingkup kecil hinggal besar, cara berfikir dan intelijen pemimpin itu mesti di atas rata-rata, pemimpin harus mengerti ilmu jarak bak burung dara, harus mengerti ilmu angin supaya dapat stabil di langit. banyak hal lainnya yang harus dipelajari oleh seorang pemimpin, sederhana kegunaannya supaya wise (bijak) baik dalam perkataan dan tindakan. 

sesekali mundur dan berbenah dibutuhkan, tak banyak orang yang jujur dan mau berbenah, sering saya temukan saat diatas merasa tak lagi dapat salah dan tak mau disalahkan, cara berfikir ini yang sungguh bahaya, saya saran jika kau temukan apalagi kau salah seorangnya maka berbenahlah, siapapun apapun jabatanmu ingat bahwa engkau masih manusia dan kita ini tempatnya salah. bukankah begitu? 

saya juga tahu bahwa pembaca blog saya adalah orang-orang hebat, tulisan ini juga berlaku untuk saya dan pembaca sekalian, jadilah pemimpin yang benar-benar mengerti dan mampu mengindentifikasi masalah, jika demikian mampu kamu lakukan saya yakin kamu juga pasti lihay mengambil keputusan solutif. 

bung, saya serius pada persoalan seperti ini, ironi saya rasa ketika melihat orang seperti ini karena bukan solusi yang di lahirkan malah rasa sakit bagi masyarakatnya. sungguh mundurlah sejenak dan pikirkan dengan jernih seperti apa yang baik. dengan begitu kamu akan lebih wise dan baik mengambil keputusan di masa jabatanmu tanpa menyakiti diterima banyak orang dan diterima semua kalangan, begitulah sejatinya yang didambakan rakyat, tak lain dan bukan. 

semoga ini dapat membuka nalar dan cara berfikir yang baik bagi kita semua, pemimpin adalah tulang punggung, harus stabil agar kerja organ lain dapat berfungsi dengan baik. 

AGENDA-AGENDA


AGENDA GALERY

Manifesto Moral Mahasiswa

AR Property


Malang Jalan Panjang


Ar Property

Gemuruh tak henti hentinya belakangan, Transisi perubahan iklim memberi tanda kuat bahwa musim hujan dekat, Malang kota yang konsisten pada perubahan: diwarung kopi sering kita jadikan sebagai guyon dan narasi semangat, banyak sekali orang yang membangun narasi terkait Malang dengan perspektif lingkungan demikian tak sedikit yang meromantisasi.

Menapaki enam tahun bahkan menuju tujuh tahun berada di Malang saya tak bosan menikmati semua keunikan, kekayaan, dan keindahan seperti geografis, lanskap persawahan, pegunungan, dan lahan pertanian begitupula dinamika sosial dalam keseharian masih saja saya pelajari hingga kini, tak sedikitpun saya bercanda perihal ini karena banyak sekali hal yang semakin hari memperkuat rasa nyaman, malang ternyata tak se-membosankan yang senior dan alumni saya katakan, apa saya yang terlalu berlebihan tentu tidak tahu, tetapi apapun itu dalam mimpi tersirat kadang apakah masuk akal kalau tinggal dan menjalani hidup di malang, semoga saja.

Saya terbiasa memperhitungkan segala rencana dengan pendekatan sosial, ekonomi dan kelayakan. keseharian bila ada waktu saya menyempatkan diri ketemu senior se daerah, mempelajari perjuangan dari kacamata perantau, saya percaya bahwa orang yang berani menetap di daerah orang lain tidak semudah dan seenak terdengar : saya sah menjadi warga malang, misalnya. 

Tinggal di tengah kota seorang diri tanpa saudara dekat dan support modal adalah satu keniscayaan seseorang pede menetap, pandangan saya begitu. saya meyakini hanya mereka dengan tekat baja yang siap, banyak hal yang mesti jadi pertimbangan karena kesemuaan ini menyangkut hidup dan visi masa depan. ingat kata sutan syahrir: hidup yang tidak di pertaruhkan takkan pernah dimenangkan, kalimat ini membuat saya khususnya menjadi kuat dan survive hingga saat ini, berbagai masalah selalu saya nikmati dengan ikhlas. seperti 3 hal diatas, kompenen itu adalah masalah dan cobaan hidup yang selalu saya hadapi, lahir dari keluarga menengah hingga kini membuat saya banyak menahan air mata dan menepis pilu, tetapi alhamdulillah Ibu saya berhasil mengajarkan saya tentang cara menerima dan menghadapi cobaan, kecintaan dan kebanggaan saya tak pernah berkurang sedikitpun bahkan ia bertambah seiring waktu, susah payah hidup kami nikmati dengan tawa dan doa, betapa ibu saya kuat dan ridho menghantarkan kami khsusunya saya pada ruang tanpa batas ini dengan tegar dan berani. untuk ibuku yang aku cintai aku ucapkan terimakasih.

Perihal rencana menetap di kota Malang, saya ingin memohon peruntungan agar diberi jalan oleh Allah dengan ikhtiar selama ini, hal lain mengapa saya ingin menetap di kota ini adalah saya ingin kelak memberi manafaat dan berdampak bagi desa dimana saya dilahirkan, satu cita-cita yang selalu saya gemakan cara saya juga untuk merayu tuhan, hingga saat ini orang seperti saya dapat mencapai itu rasa-rasanya sulit diterima secara rasional, tetapi saya besar dan ditempa lama di pondok pesantren dan guru-guru mengajarkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kalaupun ada maka itu adalah bentuk arogansi hamba pada sang pencipta. menarik sekali kalimat ini hingga saat ini tak pernah saya menyerah dan mengira bahwa dunia tidak berpihak pada orang seperti saya. 

tulisan ini pertanda bahwa ada keinginan saya secara pribadi untuk berkarir di Malang, namun nanti kedepan saya tidak dapat memastikan kalau apa yang saya rencanakan di ijabah oleh Allah SWT. sebagai hamba guru berujar bahwa tugas kita hanya mengikhtiarkan rencana, entah apa itu hasilnya urusan lain, banyak yang mesti kita lakukan dan perjuangkan. kalah menang kehidupan ini harus diterima, rasa iri dan bosan harus dilihat dari sudut pandang perjuangan. tak ada tentunya perjuangan yang mudah, apapun dan seperti apapun bentuk dan tujuannya. 

Banyak saya bertemu dengan teman dan sejawat dengan privillage kapital besar. senang rasanya bisa duduk dan berdiskusi dengan mereka tanpa harus memandang kelas ekonomi. bukan bermaksud apa-apa hanya saja saya perlu menyampaikan bahwa jalan hidup ini tidak selalu tentang kepemilikan kapital, tetapi tentang kemampuan menerima dan berteman dengan semua kelas disekitar kita secara merdeka.

Malang. saya ingin kembali bila esok saya mulai jauh atau melesat. panjang sekali pengalaman saya dan cerita selama di malang hingga tak ada yang perlu saya sesalkan walau banyak sakit dan kesusahan yang saya rasakan. Saya dan Malang adalah fenomenal  













Isu Lingkungan Hidup Malang