Menuju Kemerdekaan Futuristik

July 13, 2026 0 Comments A+ a-

Ilustration Image

Sesekali perlu melihat politik beserta dinamikanya, semakin hari apolitis tidak hanya tradisi melebihi daripada itu sudah jadi habits berkepanjangan. kita turut melihat ini sebagai masalah, ada banyak yang harus dipertimbangkan demi kepentingan kedepan. rasa-rasanya generasi ini lupa tanggung jawab dan para senior tidak menaruh perhatian serius. 

Suatu hari saya melakukan riset kecil terkait pendapat mahasiswa tentang kepolitikan, dan nyatanya saya mendapati pernyataan beragam, sayangnya kebanyakan didominasi oleh ketidaksukaan. jika ingin terbuka pada kondisi mahasiswa kita baik secara kualitas maupun kuantitas rasanya jauh dari kata aman. orientasi cara belajar mengajar masih monoton, gaya penjelasan dosen yang masih konservatif. mahasiswa yang tidak lagi memliki sense of belonging. 

Akhirnya jika cita cita mahaiswa terdiri dari Agen perubahan maka perubahan seperti apa yang didambakan? bertanya dengan nada yang terkesan pesimis tentu tidak enak didengar hanya saja kita perlu membuka tabir demi kepentingan yang lebih besar. bayangkan saja bila apolitis merajalela dan sedikit sekalo orang yang menaruh perhatian padahal inilah nadi perubahan dan cita-cita bernegara saling mendorong terciptanya kehidupan sosial yang sejahtera dan makmur dan satu satunya jalan hanya dengan jalan politik, politik melampuai pemilihan pemimpin jauh lagi ia menentukan harga baju, sayur, rumah, kesehatan, pendidikan bangsa ini. dengan itu apakah masih diam atau mungkin kesal mendapati orang yang menghujat orang yang turun ke jalan panas-panasan, tanpa pamrih dan sukarela? inilah paradoks dalam kehidupan bernegara di indonesia, ya kita tahu beberapa dari gerakan sering di kooptasi oleh kepentingan kapital tetapi itu lain hal, kita percaya masih banyak gerakan yang datang dari nurasi atas dasar kecintaan pada negara ini. semerta-merta karena melihat kesedihan masyarakat kecil di pnggiran, desa, dan tertinggal lainnya. 

Jika tulisan ini terkesan menghakimi bukan berarti saya sedang menyalahkan, namun, saya merindukan kemerdekaan berfikir oleh dan diatas setiap kita, memegang tegus trust setiap elemen bekerja sesuai tanggung jawab saling mengingatkan tanpa berlaku oportunis seakan hidup sendiri di negeri ini, angkuh merasa semua yang bergegerak merugikan mengganggu dirinya. orang type ini sangat mengebalkan dan sangat menyayat emosi. beberapa kali kita bertemu dengan orang seperti ini d jalan saat melakukan aksi demonstrasi namun sayangnya saya harus katakan sebagai orang yang mengerti mesti menjaga betapapun mengjengkelkan.

Jadi orang kita tidak boleh seolah-olah egois tidak meratapi orang lain, tak sedikit juga dari teman kita berkesimpulan bahwa ini ketetapan tak bisa diubah, sungguh bajingan sekali orang yang menyimpulkan sesuatu tanpa pernah melakukan apapun tidak mengerti bergaul dalam hidup sosial sebagaiamana hari-hari ini. 

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan dalam membaca dinamika politik kita, baik dari gerakan sosial ekonomi, dan lingkunga. semoga terintegasi hingga perlu bagi kita membangun kembali kesadaran politik jangan jadi orang apolitis. demi masa depan yang akan kita nanti jadilah salah seorang yang berkontribusi setidaknya sejak pikiran.